Promosi Doktor Ilham Assiddiq di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Kembangkan Instrumen Tes Kimia Terintegrasi Nilai Karakter

Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menyelenggarakan ujian promosi doktor pada Selasa, 03 Pebruari 2026. Ujian promosi tersebut diikuti oleh Ilham Assiddiq dan berlangsung khidmat di lingkungan Pascasarjana UIN Alauddin. Sidang promosi doktor ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., selaku ketua sidang.

Dalam ujian tersebut, Ilham Assiddiq mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Instrumen Tes Hasil Belajar Kimia Berbasis Dimensi Pengetahuan di UPT SMA Negeri 3 Enrekang.” Disertasi ini mengangkat isu strategis dalam dunia pendidikan, khususnya terkait asesmen pembelajaran kimia yang komprehensif dan berorientasi pada capaian belajar peserta didik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes hasil belajar kimia yang valid, praktis, dan efektif, dengan menekankan keseimbangan pengukuran pada empat dimensi pengetahuan, yakni pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif. Pengembangan instrumen dilakukan menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.

Hasil analisis kebutuhan menunjukkan pentingnya variasi bentuk tes yang mampu mencakup keempat dimensi pengetahuan, disertai tingkat kesulitan soal yang proporsional serta umpan balik yang cepat dan jelas bagi peserta didik. Pada tahap desain, peneliti menyusun 24 butir soal pilihan ganda dengan lima opsi jawaban yang mewakili seluruh dimensi pengetahuan tersebut. Validasi instrumen oleh lima validator ahli menunjukkan bahwa instrumen berada pada kategori sangat valid.

Tahap implementasi dilakukan melalui uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil uji coba menunjukkan seluruh butir soal valid dengan reliabilitas sangat tinggi, tingkat kesukaran soal didominasi kategori sedang, serta daya pembeda berada pada kategori baik. Pada tahap evaluasi, instrumen dinilai memiliki kepraktisan dan efektivitas tinggi dalam mendukung proses pembelajaran kimia.

Secara keseluruhan, hasil penelitian membuktikan bahwa instrumen tes hasil belajar kimia berbasis dimensi pengetahuan yang dikembangkan melalui model ADDIE memiliki kualitas sangat baik. Instrumen ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk mengukur penguasaan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif peserta didik SMA, khususnya pada materi asam basa, hidrolisis garam, dan larutan penyangga.

Ujian promosi doktor ini menjadi salah satu kontribusi akademik penting dalam pengembangan asesmen pembelajaran di bidang pendidikan kimia serta memperkuat peran Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dalam menghasilkan lulusan doktor yang inovatif dan berdaya saing.

#DIRS3

Leave a Reply