
Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melaksanakan ujian promosi doktor pada Senin, 26 Januari 2026. Ujian promosi tersebut diikuti oleh Asmiati, mahasiswa Program Doktor, yang berlangsung khidmat di lingkungan Pascasarjana UIN Alauddin.
Sidang promosi doktor ini dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag. selaku Ketua Sidang, serta dihadiri oleh tim promotor, kopromotor, dan para penguji dari berbagai latar belakang keilmuan.

Dalam sidang tersebut, Asmiati mempertahankan disertasinya yang berjudul “Dinamika Partai Islam Kontemporer di Rubrik Politik Harian Fajar (Kajian Fenomenologi Linguistik Kritis)”. Penelitian ini mengangkat isu strategis tentang relasi antara partai-partai Islam, media massa, dan konstruksi makna politik dalam ruang publik.
Disertasi ini berangkat dari pokok masalah mengenai bagaimana dinamika partai Islam direpresentasikan dalam pemberitaan rubrik politik Harian Fajar. Fokus kajian tersebut dirumuskan ke dalam tiga pertanyaan utama, yakni: analisis fenomenologi linguistik kritis terhadap pemberitaan partai Islam, bentuk-bentuk dinamika partai Islam yang muncul, serta implikasi dari dinamika tersebut bagi partai Islam dan media massa.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah Fenomenologi Linguistik Kritis yang merujuk pada pemikiran John Langshaw Austin, khususnya teori ujaran bahasa dan tindakan bahasa. Sumber data penelitian terdiri atas data primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan partai Islam di rubrik politik Harian Fajar, jika ditelaah melalui kerangka fenomenologi linguistik kritis, cenderung menampilkan bahasa politik yang pragmatis dan minim penekanan pada nilai-nilai Islam sebagai identitas utama partai Islam. Bahasa konstatif dan performatif, serta tindakan lokusi, ilokusi, dan perlokusi yang digunakan dalam teks berita, lebih menonjolkan kepentingan praktis politik dibandingkan substansi ideologis.
Penelitian ini juga menemukan sepuluh bentuk dinamika partai Islam kontemporer, antara lain tarik-menarik antara pragmatisme dan ideologi, kepemimpinan ulama versus elite politik, posisi partai Islam dalam koalisi, hingga kecenderungan menuju post-Islamisme. Di sisi lain, Harian Fajar sebagai media lokal tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor yang membentuk makna politik melalui framing, seleksi isu, dan bahasa jurnalistik yang dipengaruhi kepentingan pasar dan elite kekuasaan.
Sebagai implikasi, penelitian ini menegaskan pentingnya partai Islam untuk kembali menguatkan karakteristik politik Islam yang meliputi nilai tauhid, keadilan, musyawarah, amanah, etika politik, hingga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Sementara bagi media massa, temuan penelitian ini mengungkap berbagai implikasi, seperti peran media sebagai aktor politik, komodifikasi media, mediatisasi politik, serta tantangan jurnalisme politik di era digital dan post-kontemporer.
Sidang promosi doktor ini menjadi kontribusi akademik penting dalam pengembangan kajian komunikasi politik Islam, media massa, dan studi kritis wacana, sekaligus memperkaya khazanah keilmuan di lingkungan Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.
#DIRS3
