Promosi Doktor Wahdaniya: Menguatkan Nilai Multikultural melalui Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan

Atmosfer akademik yang penuh khidmat dan intelektual mewarnai pelaksanaan ujian promosi doktor Wahdaniya pada 13 Februari 2026 di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Ujian terbuka tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., selaku ketua sidang.

Dalam sidang tersebut, Wahdaniya mempertahankan disertasi berjudul “Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural Melalui Pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan pada Mahasiswa FKIP Unismuh Makassar.” Disertasi ini menjadi kontribusi akademik strategis dalam penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi.

Penelitian ini berfokus pada proses internalisasi nilai-nilai pendidikan multikultural melalui pembelajaran Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unismuh Makassar. Tiga tujuan utama penelitian ini adalah:
(1) mendeskripsikan proses internalisasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran AIK;
(2) menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya; serta
(3) mengkaji dampak internalisasi tersebut terhadap sikap dan karakter mahasiswa.

Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif fenomenologis dan pedagogis, penelitian ini mengandalkan studi lapangan dan studi kepustakaan. Data primer dan sekunder diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai pendidikan multikultural dalam pembelajaran AIK dilaksanakan melalui tiga jalur utama, yakni intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan secara konseptual, tetapi juga dihidupkan dalam praktik keseharian mahasiswa.

Faktor pendukung internalisasi meliputi peran dosen sebagai teladan, kurikulum AIK yang integratif, kegiatan ekstrakurikuler yang konstruktif, dukungan pimpinan fakultas, ketersediaan sarana dan prasarana, iklim kampus yang kondusif, serta dukungan keluarga. Sementara itu, faktor penghambat antara lain aspek internal kepribadian mahasiswa, pengaruh pergaulan, penggunaan media sosial yang kurang bijak, serta dinamika pembelajaran daring.

Adapun dampak yang dihasilkan dari pembelajaran AIK menunjukkan hasil yang signifikan: mahasiswa memiliki sikap demokratis, mampu menerapkan toleransi, berwawasan moderat, merealisasikan nilai-nilai humanis, serta memiliki kesadaran tentang kesetaraan (egaliter). Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran AIK tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter multikultural yang inklusif dan berkemajuan.

Keberhasilan Wahdaniya dalam mempertahankan disertasi ini menegaskan komitmen akademiknya dalam memperkuat pendidikan yang responsif terhadap keberagaman. Gelar doktor yang diraih menjadi penanda kontribusi nyata dalam pengembangan Pendidikan dan Keguruan, khususnya dalam membangun generasi pendidik yang demokratis, toleran, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

#DIRS3#

Leave a Reply