
Suasana akademik yang sarat makna dan kearifan lokal mewarnai pelaksanaan ujian promosi doktor Jamaluddin H. pada Rabu, 11 Februari 2026, di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Ujian terbuka tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., selaku ketua sidang.

Pada kesempatan itu, Jamaluddin H. mempertahankan disertasi berjudul “Pappaseng Sebagai Pendidikan Moral Berbasis Kearifan Lokal di Madrasah Pesantren Yasrib Lapajung Kabupaten Soppeng.” Disertasi ini menjadi kontribusi penting dalam penguatan pendidikan dan keguruan berbasis nilai-nilai budaya lokal yang terintegrasi dengan sistem pendidikan pesantren.
Menghidupkan Kearifan Lokal dalam Pendidikan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi rekonstruksi Pappaseng sebagai sumber pendidikan moral yang hidup dan membumi dalam tradisi masyarakat Bugis. Pendidikan moral, menurut Jamaluddin H., tidak cukup hanya bertumpu pada regulasi formal, tetapi perlu menyerap dan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal yang telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat.
Penelitian ini merumuskan tiga fokus utama:
- Bagaimana nilai Pappaseng sebagai kearifan lokal di Madrasah Pesantren Yasrib Lapajung Kabupaten Soppeng.
- Ragam nilai-nilai Pappaseng yang direpresentasikan sebagai pendidikan moral.
- Strategi pembelajaran nilai-nilai Pappaseng dalam praktik pendidikan moral di madrasah.
Metodologi Berbasis Studi Kasus
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diverifikasi melalui triangulasi sumber dan metode untuk menjamin validitas temuan.
Nilai-Nilai Pappaseng sebagai Fondasi Moral
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Pappaseng telah mengakar sejak awal berdirinya Madrasah Pesantren Yasrib Lapajung Kabupaten Soppeng dan menjadi bagian integral dari kultur sosial di lingkungan madrasah.
Adapun ragam nilai Pappaseng yang menjadi rujukan pendidikan moral meliputi:
- Lempu’ (kejujuran)
- Amaccang (kecendekiaan)
- Assitinajang (kepatutan)
- Agettengeng (keteguhan)
- Reso (kerja keras/usaha)
- Siri’ (harga diri/malu)
Nilai-nilai tersebut tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi direpresentasikan secara nyata dalam praktik pendidikan dan pembentukan karakter santri.
Strategi Pembelajaran yang Kontekstual dan Efektif
Penelitian ini juga menemukan tiga strategi implementasi pendidikan moral berbasis Pappaseng:
- Terencana dan Terintegrasi, Nilai-nilai Pappaseng diinternalisasikan secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran melalui RPPM, pelaksanaan kegiatan belajar, hingga evaluasi hasil belajar.
- Tidak Terencana tetapi Terintegrasi, Nilai-nilai moral tidak tercantum formal dalam RPPM, namun terintegrasi secara alami melalui interaksi pedagogik, keteladanan pendidik, dan budaya kelembagaan.
- Tidak Terencana dan Tidak Terintegrasi secara Formal, Internalisasi nilai dilakukan secara konsisten di penghujung jam pelajaran. Strategi ini, khususnya saat diterapkan pada jam terakhir, terbukti memiliki efektivitas pedagogis yang tinggi dalam menyentuh aspek afektif peserta didik.
Kontribusi Akademik dan Sosial
Disertasi ini menegaskan bahwa pendidikan moral berbasis kearifan lokal bukanlah pendekatan nostalgik, melainkan strategi transformatif dalam membangun karakter peserta didik di tengah tantangan modernitas. Pappaseng sebagai warisan budaya Bugis terbukti relevan dan adaptif dalam sistem pendidikan pesantren.
Dengan keberhasilan mempertahankan disertasinya, Jamaluddin H. resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Pendidikan dan Keguruan. Capaian ini diharapkan menjadi inspirasi sekaligus referensi akademik dalam pengembangan pendidikan moral berbasis kearifan lokal, khususnya di Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya.
Promosi doktor ini tidak hanya menjadi momentum akademik, tetapi juga penegasan bahwa kearifan lokal adalah fondasi penting dalam membangun generasi berkarakter, berintegritas, dan berbudaya.
#DIRS3#
