
Program Studi Dirasah Islamiyah S3 Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar – 06 Agustus 2025
PPs Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali melahirkan doktor baru dalam bidang Pendidikan Islam. Adalah Irsan, yang sukses mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor yang berlangsung khidmat dan penuh antusiasme pada Sabtu, 6 Agustus 2025. Ujian tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag., selaku ketua sidang.
Disertasi Irsan yang berjudul “Transformasi Perpustakaan Sebagai Pilar Literasi dalam Perspektif Pendidikan Islam di Era Digital (Studi Pada Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri dan Madrasah Aliyah Negeri Enrekang)” mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Dalam paparannya, Irsan mengulas secara komprehensif bagaimana perpustakaan di lembaga pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai gudang buku, tetapi telah bermetamorfosis menjadi pusat literasi yang dinamis di tengah arus digitalisasi.
Melalui pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi, manajerial, dan pedagogik, Irsan mengungkap dua bentuk transformasi utama perpustakaan: transformasi fisik dan non fisik. Transformasi fisik meliputi perbaikan infrastruktur, ketersediaan bahan pustaka, serta integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Sedangkan transformasi non fisik mencakup peran pustakawan sebagai fasilitator literasi, layanan berbasis kebutuhan zaman, kolaborasi guru-pustakawan, dan program-program literasi yang inspiratif.
Disertasi ini juga menyentuh nilai-nilai dasar pendidikan Islam yang mendorong pentingnya literasi sebagai bagian dari perintah membaca dalam wahyu pertama. Irsan menyatakan bahwa perpustakaan harus menjadi jantung literasi baca-tulis dan digital, serta menjadi ruang spiritual dan intelektual yang memberdayakan peserta didik dan santri.
Dalam hasil penelitiannya, Irsan mengidentifikasi sejumlah faktor pendukung keberhasilan transformasi, seperti komitmen pimpinan lembaga, kolaborasi antarpihak, hingga kecakapan digital pustakawan. Di sisi lain, ia juga mencermati tantangan seperti keterbatasan anggaran, fasilitas, dan belum optimalnya penggerakan program Gerakan Literasi di lembaga-lembaga tersebut.
Sebagai solusi, Irsan menawarkan strategi solutif yang aplikatif, antara lain: optimalisasi sarana yang ada, penguatan sinergi antara guru dan peserta didik, serta inisiasi dan penguatan gerakan literasi berbasis nilai-nilai Islam.
Dengan keberhasilan mempertahankan disertasi yang sarat nilai dan inovasi ini, Irsan resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Pendidikan dan Keguruan. Keberhasilan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan literasi dan penguatan peran perpustakaan sebagai pilar pendidikan Islam di era digital.
#DIRS3
