Ujian Promosi Doktor Hanaping: Mengupas Eksploitasi Pengemis di Jalanan Kota Makassar dalam Bingkai Maqashid Syariah

Program Studi Dirasah Islamiyah S3 Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar – 04 Agustus 2025

Isu sosial yang kerap luput dari perhatian akademik akhirnya mendapat sorotan ilmiah yang mendalam dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor atas nama Hanaping, yang dilangsungkan di Aula Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Dalam sidang yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Abustani Ilyas, M.Ag. selaku Direktur Pascasarjana sekaligus ketua sidang, Hanaping sukses mempertahankan disertasinya yang berjudul “Eksploitasi Pengemis Terhadap Pengguna Jalan di Kota Makassar dalam Perspektif Maqashid Syariah.”

Disertasi ini merupakan upaya ilmiah untuk mengurai praktik-praktik eksploitatif di ruang-ruang publik perkotaan yang seringkali diselimuti oleh narasi simpati dan kemiskinan, namun menyimpan sisi kelam berupa manipulasi dan ketidakadilan, baik terhadap pelaku pengemis itu sendiri maupun masyarakat pengguna jalan yang menjadi objek eksploitasi.

Dalam paparannya, Hanaping menyoroti bagaimana praktik mengemis yang terorganisir, bahkan melibatkan jaringan tertentu, telah menjadikan fenomena ini tidak lagi sebagai wujud keterpaksaan ekonomi semata, melainkan sebagai bentuk eksploitasi yang sistemik dan disengaja. Melalui pendekatan Maqashid Syariah, Hanaping mengkaji fenomena ini dari sudut pandang perlindungan terhadap lima prinsip dasar dalam Islam: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Hasil penelitiannya mengungkap bahwa eksploitasi terhadap pengguna jalan — melalui tekanan psikologis, manipulasi empati, hingga keterlibatan anak-anak dalam praktik mengemis — jelas bertentangan dengan tujuan utama syariat Islam yang mengedepankan kemaslahatan dan keadilan sosial.

Lebih dari sekadar kritik sosial, disertasi ini juga menawarkan rekomendasi kebijakan berbasis nilai-nilai maqashid, termasuk perlunya regulasi yang berpihak pada perlindungan anak, edukasi masyarakat tentang sedekah produktif, serta peran aktif pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mengatasi akar persoalan kemiskinan secara holistik.

Sidang promosi ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para penguji dan hadirin. Hanaping dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dan resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Studi Islam. Sidang ini tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga momentum moral untuk membangun kesadaran publik terhadap wajah lain dari kemiskinan di ruang-ruang jalanan kota.

Melalui disertasinya, Hanaping telah membuka ruang dialog penting antara agama, keadilan sosial, dan kebijakan publik, serta menegaskan bahwa Islam, dengan maqashid-nya, hadir untuk melindungi martabat manusia dalam segala dimensi kehidupan.

#DIRS3

Leave a Reply