Ujian Promosi Doktor Sabar di Pascasarjana UIN Alauddin: Menggali Nilai Pendidikan Islam dari Kitab Ta’lim al-Muta’allim

Program Studi Dirasah Islamiyah S3 Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar – 11 Agustus 2025

PPs UIN Alauddin Makassar kembali menghadirkan momen akademik yang berkesan dengan digelarnya ujian promosi doktor pada Senin, 11 Agustus 2025. Sidang yang dipimpin Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., menguji Sabar, kandidat doktor yang mengangkat disertasi berjudul “Nilai-nilai Pendidikan Islam dalam Kitab Ta’lim al-Muta’allim (Studi Pengamalan di Pondok Pesantren Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar).”

Penelitian ini mengkaji secara mendalam bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam kitab klasik Ta’lim al-Muta’allim diimplementasikan dalam kehidupan santri di pesantren. Dengan pendekatan kualitatif—menggabungkan perspektif pedagogis, psikologis, dan studi kasus—Sabar menelusuri proses pembinaan aqidah, ibadah, akhlak, dan interaksi sosial santri, serta tantangan yang mereka hadapi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamalan nilai-nilai dalam kitab ini mencakup empat dimensi penting. Dari aspek aqidah, santri dibimbing untuk meluruskan niat menuntut ilmu hanya karena Allah, bertawakkal, dan memandang ilmu sebagai amanah. Dalam aspek ibadah, kegiatan belajar diposisikan sebagai bentuk ibadah yang disertai amalan wajib dan sunnah, seperti shalat berjamaah, tahajud, dhuha, menjaga wudhu, dan berdoa sebelum maupun sesudah belajar. Pada aspek akhlak, santri ditanamkan adab terhadap guru, kitab, sesama, dan lingkungan, serta nilai tawadhu’, kesabaran, dan tanggung jawab moral terhadap ilmu. Di ranah sosial, santri menghidupkan budaya gotong royong, menjaga ukhuwah islamiyah, dan menata pergaulan dengan teman yang baik.

Proses pengamalan dilakukan secara terstruktur melalui pengajian rutin setiap pekan, biasanya setelah Maghrib atau Isya, dengan metode klasikal yang dipadukan sesi tanya jawab dan praktik langsung. Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan guru, pengaruh teknologi, dan keberagaman latar belakang santri, dukungan lingkungan pesantren yang religius dan metode pembelajaran yang konsisten mampu mengatasi hambatan tersebut.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengamalan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim di Pondok Pesantren Kecamatan Binuang terbukti efektif dalam membentuk karakter, moral, spiritual, dan semangat belajar santri. Melalui karyanya, Sabar mengukuhkan pesan bahwa pendidikan Islam klasik memiliki relevansi yang kuat dalam membangun generasi berakhlak mulia di era modern.

#DIRS3

Leave a Reply