Ujian Promosi Doktor Susilawati di Pascasarjana UIN Alauddin Menggali Efektivitas Play-Based Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab

Program Studi Dirasah Islamiyah S3 Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar – 11 Agustus 2025

PPs Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali mencatatkan momen bersejarah pada Sabtu, 12 Juli 2025. Bertempat di Ruang Sidang Pascasarjana, dilaksanakan ujian promosi doktor bagi Susilawati, kandidat doktor Program Studi Pendidikan Islam, dengan dipimpin langsung oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., selaku Ketua Sidang.

Dalam ujian terbuka tersebut, Susilawati mempertahankan disertasinya yang berjudul “Analisis Determinan Efektivitas Implementasi Play-Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Berbahasa Arab Mahasiswa STAI DDI Parepare”. Penelitian ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap metode pembelajaran bahasa Arab yang sering dianggap kaku dan monoton, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih kreatif, menyenangkan, dan interaktif.

Dengan menggunakan metode mixed methods, Susilawati meneliti 35 mahasiswa semester II Prodi PAI STAI DDI Parepare. Penelitian ini mengungkap bahwa play-based learning—metode belajar berbasis permainan—mampu meningkatkan empat keterampilan berbahasa Arab (mahārah al-istimā’, mahārah al-kalām, mahārah al-qirā’ah, dan mahārah al-kitābah) secara signifikan.

Dalam paparannya, Susilawati menjelaskan bentuk implementasi yang variatif: permainan cerita berantai dan mengulang kalimat untuk melatih keterampilan menyimak; role play dan “siapa saya” untuk berbicara; puzzle kalimat dan kartu kata untuk membaca; serta deskripsi gambar dan cerita berantai untuk menulis. Pendekatan ini menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan partisipasi aktif mahasiswa.

Hasil analisis menunjukkan faktor-faktor determinan—yakni faktor afektif, motivasi, kognitif, dan sosial budaya—berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pembelajaran, dengan nilai signifikansi 0,01. Peningkatan kemampuan berbahasa Arab mahasiswa pun tercatat sebesar 58,88% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test.

Temuan ini menegaskan bahwa play-based learning tidak sekadar metode alternatif, melainkan strategi pembelajaran yang mampu membangun rasa percaya diri, mengurangi kecemasan, mendorong berpikir kritis, serta memfasilitasi interaksi sosial yang produktif.

Sidang terbuka ini berlangsung khidmat namun dinamis, mencerminkan semangat keilmuan yang tinggi. Keberhasilan Susilawati diharapkan memberi kontribusi nyata bagi pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi keagamaan Islam, sekaligus menjadi inspirasi bagi pendidik untuk terus berinovasi.

#DIRS3

Leave a Reply