Aburaerah Raih Gelar Doktor di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar dengan Disertasi tentang Peran Stakeholder dalam Pembelajaran Terintegrasi

Suasana akademik yang khidmat dan penuh apresiasi mewarnai pelaksanaan ujian promosi doktor Aburaerah pada Selasa, 10 Februari 2026, di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar. Ujian promosi tersebut dipimpin oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Hasyim Haddade, M.Ag., yang bertindak sebagai ketua sidang.

Dalam sidang terbuka tersebut, Aburaerah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Peran Pemangku Kepentingan (Stakeholder) pada Pembelajaran Terintegrasi di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.” Disertasi ini menjadi kontribusi ilmiah penting dalam pengembangan pendidikan Islam, khususnya pada konsentrasi Pendidikan dan Keguruan.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran stakeholder dalam mendukung pembelajaran terintegrasi di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Empat rumusan masalah utama yang dikaji meliputi: kontribusi stakeholder dalam pembelajaran terintegrasi, bentuk kolaborasi antar-stakeholder, keterlibatan stakeholder dalam proses pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran terintegrasi.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif pedagogis, sosiologis, dan manajerial, penelitian ini melibatkan berbagai unsur penting lembaga, yakni ketua yayasan, kepala madrasah, pengawas madrasah, pengasuh santri, guru, santri, serta komite madrasah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran stakeholder dalam pembelajaran terintegrasi telah berjalan secara fungsional dan saling melengkapi. Kontribusi stakeholder tampak dalam perumusan kebijakan kurikulum terintegrasi, penyediaan sarana dan prasarana, serta penguatan pembinaan moral dan spiritual santri. Kolaborasi dibangun melalui komunikasi dan koordinasi yang intensif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Sementara itu, keterlibatan stakeholder tercermin dalam partisipasi pengambilan keputusan, pendampingan santri, pengawasan akademik, pembinaan karakter, serta implementasi kurikulum integratif di madrasah.

Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah faktor pendukung, di antaranya kompetensi guru, kurikulum integratif, kepemimpinan kelembagaan, serta budaya pesantren yang kuat. Adapun faktor penghambat meliputi resistensi terhadap perubahan, dikotomi ilmu, beban belajar santri yang cukup tinggi, serta integrasi yang masih bersifat administratif.

Keberhasilan Aburaerah mempertahankan disertasi ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan Pendidikan Islam, sekaligus menjadi rujukan strategis bagi pengembangan model pembelajaran terintegrasi di madrasah dan pesantren, khususnya di Sulawesi Selatan dan Indonesia pada umumnya.

Dengan capaian tersebut, Aburaerah resmi menyandang gelar Doktor dalam bidang Pendidikan dan Keguruan, meneguhkan komitmennya dalam memajukan pendidikan Islam yang integratif, kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi bangsa.

#DIRS3#

Leave a Reply